You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Sampah di Jembatan Kalibata Mulai Bersih
photo Nurito - Beritajakarta.id

Jembatan Kalibata Bersih dari Sampah

Setelah tiga hari dibersihkan oleh petugas gabungan dari pekerja harian lepas (PHL) Unit Pengelola Badan Air Dinas Kebersihan DKI dan personel TNI AD, tumpukan sampah di Jembatan Kalibata mulai jauh berkurang.

Jumlah sampah yang kita angkut dari jembatan Kalibata ini sudah 44 rit

Diprediksi pengangkutan sampah dari jembatan yang menghubungkan wilayah Jakarta Timur dan Selatan ini tuntas pada Rabu (18/11) sore nanti.

Kepala Unit Pengelola Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Junjungan Sihombing mengatakan, selama tiga hari jumlah sampah yang berhasil diangkut dari Jembatan Kalibata sebanyak 44 rit. Rinciannya adalah hari pertama 22 rit, kedua 16 rit dan ketiga enam rit.

Akhir November, Jembatan Bawah Kalibata Dibongkar

Namun, Junjungan enggan menyebut jumlah tonase dari ritasi yang ada. Sebab, katanya, setiap truk yang mengangkut volumenya berbeda-beda. Terlebih sampah yang diangkut dari jembatan Kalibata ini kebanyakan adalah batang pohon bambu.

"Jumlah sampah yang kita angkut dari jembatan Kalibata ini sudah 44 rit. Namun untuk tonasenya, kita belum bisa hitung. Ketahuannya nanti setelah ditimbang di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi," ujar Junjungan, Rabu (18/11).

Ditambahkan Junjungan, jika tidak terjadi hujan di Bogor, pembersihan sampah di jembatan Kalibata ini bisa segera rampung hari ini juga.

"Pengangkutan sampah membutuhkan waktu tiga hari karena sulitnya akses alat berat menuju Ciliwung," tandasnya

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1205 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1197 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye961 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye865 personBudhi Firmansyah Surapati